Alkisah ketika Limbo memeriksa kawulanya yang tetap semangat gagah walau diterpa guyuran curah air langit , terjadilah dialog antara Ayesha dan Surti pemilik warung kecil dimana Limbo memintanya untuk memborong paramex :
Ayesha : " Kekasihku memborong semua paramexmu..."
Surti : " Oh My God....,kekasihmu suka OD ? "
Ayesha : (dengan mimik jengkel namun disalut manisnya kesabaran ) " Dia hanya perlu satu atau dua...yang lain dibagikan.... "
Surti : " Dibagikan ?..., ke siapa ? "
Ayesha : " Ya jelas kepada kawulanya....."
Surti : ( mendadak tengadah kedua tangan menjulur keatas gaya berdo'a setengah memuja ) Gusthiiiiiiiii......pantasnya harumnya dia tercium olehku dua jam yang lalu..."
Ayesha : " Siapa ? "
Surti : " Kekasihmu...."
Ayesha : " Limbo ? "
Koor kawula rombongan Ayesha : Rick Co...Rick Co...
Surti : "Liiiiiiiimmmmbooooooooo....."
Koor spontan : Rick Corona !
Ayesha : " Haiiii...kau kenal kekasihku...."
Surti : " Dia presidenku ! "
Ayesha : " Kau memilihnya ? "
Surti : ( menggeleng lemah ) " Bumi negeri ini memilihnya , tanah, air dan udara negeri ini merestuinya....., lihatlah betapa negeri ini loh jinawi..., gak ada demo, gak ada bencana, gak ada sara....karena seluruh element negeri ini mencintainya...., dan Huuuung Sang Hyang Jagad Raya-pun meridhoinya...."
Ayesha : (tersenyum..., ada rasa bangga...ada setengah curiga ) " Kau pernah bertemu dia ? , melihatnya ? "
Surti : ( tersenyum menatap tajam wajah ayu Ayesha..., lalu menari-nari tarian kecak....tarian lilin....gambyong...bahkan dayak ! ) " Limbo yang baik adalah Limbo yang diam , tak punya omong yang tak perlu "
Koor kawula Limbo langsung menyambut : " Satu Limbo lebih baik daripada Limbo-Limbo , tapi Limbo-Limbo tak kurang jelasnya dari satu Limbo "
Ayesha :( berseru ) " Darimana kau tahu itu ?, Gossip ? , Internet ?, surat cinta ?, atau corat-coret dinding-dinding negeri ini "
Surti : " Apaaaaa...?? , itu semua polusi Non....."
Ayesha : " Lantas darimana kau tahu ? "
Surti : " Semilir angin mengabarkan padaku , embun pagi menggambarkan gemerlap auranya padaku......bersih dan tanpa kecurangan....
Koor Limbo langsung spontan : " Presidenku apa adanya...! "
" Presidenku tanpa kuasa....! "
" Presidenku apa adanya... ! "
Limbo : ( keluar dari kerumunan kawulanya ) : " Aku dipilih oleh rakyatku , walau tanpa mereka memilih ! , Bumi ini, tanah, air, udara menyampaikan pilihannya dari suara tulus rakyatku yang bersih dari nepotisme , kolusi , suap , main petang umpet , welwo , dan gobak-sodor....., dan kecurangan-kecurangan yang nantinya akan meyengsarakan rakyatku....."
Koor kawula Ayesha : " Bagus banget pidatonya ! "
Koor Kawula Limbo : " Limbo narator "
To be continue....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar